Rencana tidak ada berita penolakan satupun. Pada bulan


Rencana pembangunan
jembatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah guna mempercepat perkembangan perekonomian Jayapura yang telah
disetujui pun kemudian             disosialisasikan kepada masyarakat
setempat. Sayangnya, sosialisasi             yang
dilakukan oleh pemerintah ini belum merata ke seluruh masyarakat. Menurut             pengakuan salah seorang warga
Jayapura yang berhasil penulis wawancara secara   online sangat sedikit
sekali warga Jayapura yang tahu mengenai rencana             pembangunan jembatan ini karena minimnya sosialisasi yang
dilakukan oleh             pemerintah.

                        Warga yang tahu mengenai
rencana pembangunan jembatan ini        kebanyakan
hanya terbatas pada warga yang rajin mengakses dan mencari       informasi, dan pada akhirnya informasi
mengenai     pembangunan jembatan ini     tersebar secara tidak resmi dari mulut ke
mulut. Namun minimnya sosialisasi           tidak
membuat masyarakat Jayapura menolak pembangunan jembatan yang             dinamai “Jembatan
Holtekamp” ini. Masyarakat Jayapura justru menerima        rencana pembangunan jembatan Holtekamp
dengan sangat antusias dan tidak        ada
berita penolakan satupun.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

                        Pada
bulan Mei tahun 2014 mulai dilakukan pembangunan jembatan Holtekamp oleh
kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya, dan PT Nindya
Karya. Biaya yang dianggarkan untuk membangun jembatan ini yaitu sebesar 1,7
triliun rupiah. Dana pembangunan yang didapat berasal dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Provinsi Papua, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah II (APBD II) dari
Kota Jayapura.

                        Jembatan
Holtekamp ini dibangun diatas Teluk Youtefa yang merupakan sebuah teluk kecil
unik yang berpanorama indah. Unik karena Teluk Youtefa ini terletak di dalam
Teluk Yos Sudarso dimana Teluk Yos Sudarso diapit oleh Tanjung Saweri dan
Tanjung Pie. Jembatan ini dibuat dari baja dan memiliki lebar 21 meter serta panjang
total 732 meter dengan rincian bentang utama jembatan sepanjang 400 meter,
jembatan pendekat ke arah Hamadi sepanjang 33 meter, dan jembatan pendekat ke
arah Holtekamp sepanjang 299 meter.

                        Walaupun
jembatan ini dibangun di Jayapura, namun perakitan bentang jembatan tidak
dilakukan di Jayapura. Perakitan bentang jembatan dilakukan di PT PAL Indonesia
Surabaya. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kegagalan
konstruksi dikarenakan kawasan yang akan dibangun jembatan merupakan kawasan
yang rawan akan gempa.

                        Bentang
jembatan yang telah selesai dirakit kemudian dikirim ke Jayapura menggunakan
kapal. Bentang jembatan yang dikirim adalah seberat seberat 2000 ton. Bentang
jembatan ini dikirim dalam dua tahap, tahap pertama adalah pengiriman bentang
utama 1 yaitu pada Oktober 2017, dan untuk tahap kedua adalah pengiriman
bentang utama 2 yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Desember 2017.
Pengiriman bentang jembatan ini sendiri apabila dihitung menempuh jarak 3200 km
dari Surabaya ke Jayapura dan memakan waktu 28 hari untuk sampai. Bentang
jembatan yang telah sampai ke Jayapura kemudian akan dipasang ke atas kerangka
jembatan yang telah dibangun di Jayapura, kemudian dilakukan proses lifting, lalu dilakukan pengecoran pada
lantainya. Pembangunan Jembatan Holtekamp ini ditargetkan akan selesai pada
September 2018. 

                       

BAB
III

PENUTUP

 

Kesimpulan

            Dari
apa yang telah penulis paparkan, dapat disimpulkan bahwa masalah mengenai
Jayapura yang masih tertinggal ekonomi maupun infrastrukturnya dari kota-kota
di Pulau Jawa dapat diatasi dengan pembangunan Jembatan Holtekamp ini. Karena
selain ekonomi akan lebih cepat berkembang akibat pengiriman logistik lebih
mudah, lalu penyebaran pembangunan perumahan dan properti lebih luas, banyak
juga lapangan kerja dan peluang usaha baru yang tercipta. Keuntungan di bidang
sosial dan budaya yang didapat antara lain kesetaraan sosial akan semakin meningkat,
menambah minat wisatawan domestik maupun mancanegara, pengenalan budaya
Indonesia ke negara tetangga pun akan lebih mudah dan luas, misalnya ke negara
tetangga Papua Nugini yang berbatasan langsung dengan Papua. Selain itu
pembangunan Jembatan Holtekamp ini juga memiliki pengaruh di bidang politik,
salah satunya akan meningkatkan pengaruh kepercayaan pemerintah, baik dari
pusat ke daerah, pemerintah daerah ke masyarakatnya, atau bahkan pengaruh
politik ke luar negeri khususnya ke negara Papua Nugini dan negara-negara Pasifik
lainnya.

 

Saran

            Dari hasil dan pembahsan yang telah dipaparkan, penulis merekomendasikan
beberapa hal diantaranya yaitu :

i.       
Kepada Pemerintah

          Penulis
menyarankan pemerintah untuk memperhatikan dan meningkatkan pembangunan di daerah
timur Indonesia yang belum pernah dijamah oleh pemerintah seperti daerah di
dekat pegunungan yang berada di provinsi Papua yang kondisinya jauh dari kata
baik, agar dapat dimajukan dan dikembangkan potensinya.

ii.     
Kepada Masyarakat

          Penulis
menyarankan masyarakat Jayapura untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah
diberikan pemerintah dengan bijak sehingga tujuan dan makna dari dibangunnya
jembatan Holtekamp ini dapat tersampaikan dan terealisasikan dengan baik.
Selain itu, diharapkan untuk masyarakat Jayapura dan sekitarnya untuk
kedepannya dapat merawat jembatan Holtekamp ini dengan baik agar fungsi dari
jembatan Holtekamp ini dapat dirasakan dalam waktu yang lama.

x

Hi!
I'm William!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out