PRO PENERAPAN KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR BAB I


PRO PENERAPAN KEBIJAKAN
KANTONG PLASTIK BERBAYAR

 

BAB I

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

PENDAHULUAN

 

1.1  
Latar
Belakang

 

Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari
manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (UU 18/2008). Sampah rumah
tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga
yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik (PP 18/2012). Sampah spesifik
adalah sampah yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau volumenya memerlukan
pengelolaan khusus (UU 18/2008). Jadi bisa disimpulkan bahwa sampah adalah sisa
sisa atau limbah kegiatan sehari hari manusia yang dapat berbentuk cair, padat,
gas.

Plastik adalah suatu bentuk barang yang
berasal dari material polimer yang didinginkan serta dipergunakan untuk
mengemas. (Apriyanto dan Aryanti/2003). Plastik memiliki derajat kristalan yang
lebih rendah daripada serat. Material plastik digunakan sejak abad ke-19. Pada
tahun 1839-1894 munculnya plastik semisintesis, mulai dari plastik yang
dijadikan nilon, PVC hingga polistirena.

Tiap tahun kebutuhan plastik terhadap
manusia terus bertambah, seperti survey yang telah dilakukan pada tahun 2005
plastik telah dicetak sebanyak 220 juta ton. Plastik banyak digunakan karena
dianggap awet, kuat, serta ringan padahal logam juga awet dan kuat bahkan lebih
kuat dibanding plastik tetapi karena plastik lebih praktis serta ringan, karena
itu plastik lebih banyak digunakan dibandingkan logam. Bisa dibayangkan betapa
banyak sampah yang dihasilkan akibat dari pemakaian plastik. Seperti yang sudah
kita tahu bahwa sampah plastik sulit terurai ditanah. Sampah plastik
membutuhkan waktu yang sangat lama agar bisa terurai dengan tanah, hal itu
mengakibatkan menumpuknya sampah plastik di tempat pembuangan akhir. Sampah
plastik jika dibakar juga akan memberikan dampak negatif dari hasil
pembakarannya.

 

1.2  
Tujuan

 

·    Mengetahui respon
masyarakat terhadap pastik berbayar

·    Mengemukakan pendapat
tentang plastik berbayar

 

1.3  
Pertanyaan

 

·    Apa saja dampak
plastik bagi lingkungan?

·    Bahan apa yang
bisa digunakan untuk mengganti bahan plastik?

·    Apakah kebijakan
pemerintah sudah tepat?

 

 

BAB II

ISI

 

2.1
Pro dan Kontra Plastik Berbayar

 

Seperti
yang sudah banyak kita ketahui bahwa masyarakat menuai pro dan kontra terhadap
plastik berbayar. Menurut mereka yang pro, mereka setuju terhadap kebijakan
pemerintah yang menerapkan plastik berbayar karena itu adalah cara untuk
merawat bumi yang telah kita ketahui makin lama kondisi bumi semakin memburuk.
Untuk mereka yang kontra, mereka idak setuju karena jika tidak ada plastik maka
mereka akan beralih ke bahan lain contohnya seperti kardus dan kertas, yang
sudh kita ketahui pula bahwa kertas dan kardus bahan dasarnya adalah pohon.
Dengan memakai kertas ataupun kardus sama saja kita mengorbankan pohon.

 

2.2
Pendapat saya tentang plastik berbayar

 

          Menurut pandangan saya sebagai masyarakat
Indonesia, melihat permasalahan sampah di Indonesia dan dampak plastik bagi
lingkungan. Saya sangat setuju jika plastik dibuat berbayar, karena dengan hal
itu seseorang tanpa sadar ikut melestarikan bumi dan menjaga ekosistem yang ada
dengan mengurangi sampah plastik. Seperti yang sudah kita ketahui sampah
plastik sulit terurai di dalam tanah butuh waktu sekitar 50 sampai 100 tahun
agar terurai dan juga hasil dari pembakaran plastik bisa mencemari udara.
Dengan adanya plastik berbayar, seseorang akan sulit mengeluarkan uang hanya
demi sebatas sebuah kantong plastik yang menyebabkan mereka lebih memilih
membawa tas belanja dari rumah. Selain bisa mengurangi pencemaran tanah juga
bisa menghemat uang. Pemerintah seharusnya lebih bisa menaikkan tarif plastik
seperti di negara Jepang yang menetapkan harga tinggi untuk plastik dan juga
pemerintah bisa mencari alternatif untuk pengganti plastik. Jika ingin
berbelanja gunakanlah tas kain dari rumah yang bsa dipakai berulang ulang.
Dilihat secara ekonomi kerugian yang diakibatkan sampah plastik bisa mencapai
ratusan juta, kerugian dapet berupa biaya pemeliharaan, biaya pengobatan, dan
juga biaya pembersihan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN dan
SARAN

 

3.1
Kesimpulan

 

            Respon masyarakat menuai pro dan
kontra. Seperti saya sebagai masyarakat Indonesia, saya sangat mendukung
kebijakan tersebut. Dengan adanya plastik berbayar kita sudah bisa merawat
bumi, mengurangi pencemaran tanah, udara bahkan air. Plastik berdampak sangat
buruk bagi lingkungan terutama tanah dan udara, karena sulit terurai dan hasil
pembakaran plastik. Selain itu plastik juga menyebabkan terganggunya ekosistem.
Bahan yang bisa menjadi alternatif adalah ecobag, tas belanja pribadi yang
berbahan kain, dan plastik yang ramah lingkungan. Kebijakan pemerintah
sebenarnya sudah tepat hanya perlu menaikkan tarif dan mencari alternatif
plastik.

         

3.2
Saran

 

          Seharusnya pemerintah menaikkan tarif
lebih besar untuk kantong plastik, dengan cara tersebut seseorang akan berfikir
kembali mengeluarkan uang yang besar untuk membawa belanjaan mereka dan juga
seharusnya pemerintah tidak hanya terfokus kepada konsumen plastik tetapi juga
terhadap produsen dan juga terhadap pelaku usaha, seperti contohnya mereka
tidak menyediakan plastik dan konsumen harus membawa tas belanjaan sendiri.
Pemerintah juga harus menyiapkan alternatif kantong plastik itu sendiri seperti
mengganti plastik dengan plastik yang ramah lingkungan.

x

Hi!
I'm William!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out