I.I warga Negara Indonesia, partai politik berperan untuk


 I.I Sekilasmengenai demokrasi dan pemilihan umum di IndonesiaPestademokrasi atau yang sering disebut dengan istilah pemilihan umum adalah salahsatu ciri dari negara demokrasi. Demokrasi secara bahasa berasal dari bahasaYunani, yaitu ‘demokratia’ yang terbentuk dari kata demos yang artinya rakyatdan kratos yang artinya kekuasaan. Abraham Lincoln berpendapat bahwa demokrasiadalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dari pengertianistilah dan bahasa dapat diketahui bahwa rakyat memegang peranan yang besardalam pelaksanaan demokrasi ini. Seorang ahli politik Indonesia bernama MiriamBudiardjo menyebutkan ada 6 ciri negara demokrasi yaitu perlindungankonstitusional, adanya badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak, adanyapemilihan umum yang bebas, adanya kebebasan menyatakan pendapat, adanyakebebasan berserikat, berorganisasi, dan beroposisi, dan adanya pendidikankewarganegaraan. Ahli dari luar Indonesiapun seperti Robert A.

Dahl (1998) jugamemiliki pendapat yang hampir sama mengenai ciri dari negara demokrasi yaitu,dengan adanya pemilihan umum yang bebas, adil, dan berkesinambungan. Indonesiamerupakan salah satu negara demokrasi. Pemilihan umum (pemilu) di Indonesiatelah berlangsung semenjak 1955 yang ditujukan untuk memilih anggota DPR padabulan September dan memilih anggota Konstituante pada bulan Desember danterhitung sebanyakk 11 kali dalam pelaksanaan pemilu yaitu 1955, 1971, 1977,1982, 1987, 1992, 1997, 1999, 2004, 2009, dan 2014.  Pemilu pada tahun 2004 adalah pemilu pertamayang mana rakyat memilih langsung presiden dan wakil presiden. Pemilihanpresiden (pilpres) ini dilaksanakan dua putaran dikarenakan kelima kandidatpresiden dan wakil presiden belum ada yang menyentuh angka 50%.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pada tahun inijuga dilaksanakan pemilu serentak untuk memilih calon legislatif yaitu DPR,DPD, DPRD se-Indonesia. Sebelum pelaksanaan pemilu selalu ditandai denganadanya masa kampanye dan adanya partai politik pendukung  dan oposisi. Partaipolitik menjadi hal penting dalam negara demokrasi.

Sesuai dengan fungsinyamenurut UU Nomor 3 tahun 2008 tentang partai politik bahwa partai politikmerupakan pendidikan politik bagi anggota danmasyarakat luas agar menjadi warga Negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannyadalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; penyerap, penghimpun,dan penyalur aspirasi politik  masyarakat dalam merumuskan dan menetapkankebijakan negara; partisipasi politik warga Negara Indonesia, partai politikberperan untuk mengikutsertakan rakyat dalam pemerintahan yang merupakn halmendasar dari negara demokrasi. Dengan adanya partai politik, aspirasi rakyatdan partisipasi politik warga negara dapat tersalurkan. MenurutUndang-Undang No.2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, partai politik adalah:”organisasi yang bersifatnasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia yang secarasukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan danmembela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa, dan negara, sertamemelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasiladan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.”Wakilrakyat yang dipilih melalui pemilu mewakili partai tertentu sehinga partaipolitik disebut-sebut sebagai media untuk mendapatkan jabatan politik dalampemerintahan. Turunnya Suharto dari presiden memunculkan masa transisi yang dapatmemunculkan pelembagaan insitusi demokratis. Habibi yang saat itu menggantikanSuharto sebagai presiden menyelenggarakan pemilu di bawah sistem politikdemokrasi liberal yang mana jumlah partai yang berpartisipasi tidak lagidibatasi seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya ada 3 partai yaitu Golkar,PPP, dan PDI. Oleh sebab itu, pada era reformasi ini bermunculan banyak partaipolitik dan 48 partai lolos verifikasi dan ikut dalam pemilu 1999.

I.II Pemilihan PresidenPilpresmenjadi pesta demokrasi terbesar di Indonesia dan dinantikan oleh publik.Terhitung sejak 2004 pilpres selalu dilakukan secara terbuka yang mana rakyat memilih langsung kandidat yangdikhendaki. Kini, pilpres akan hadir lagi pada tahun 2019. Pilpres selaludiwarnai dengan berbagai macam startegi politik masing-masing kandidat danpartai pendukungnya. Isu-isu mengenai kandidat mulai bertebaran di media massacetak maupun online.

Kandidat seperti Jokowi dan Prabowo adalah yang palingsering dibicarakan akan mengikuti pilpres 2019. Bahkan beberapa partai telahsecara eksplisit menyatakan dukungannya kepada calon tertentu seperti PartaiNasdem terhadap Jokowi. Adabeberapa faktor yang mempengaruhi keberpihakan rakyat dan partai politikterhadap kandidat presiden dan wakil presiden di pilpres 2019 mendatang yaituelektabilitas dan kemenangan partai politik dalam pilkada gubernur 2018 yang disebut-sebutsebagai miniatur pilpres 2019. Elektabilitas adalah ketertarikan seseorangdalam memilih.1Elektabilitas menjelang pemilu sering dikaitkan langsung dengan kandidat maupunpartai pengusung. Semakin tinggi elektabilitas kandidat maka semakin tinggipula tingkat kepercayaan publik bahwaia dapat mengemban jabatan tertentu. Adakriteria yang sangat bervariasi di kalangan masyarakat mengenai kandidat yangmemiliki elektabilitas tinggi.

Masyarakat cendrung melihat kinerja sebelumnyadari masing-masing kandidat terutama kandidat presiden dan wakil presiden yangbiasanya sudah melalui banyak karir di bidang politik tingkat lokal maupunnasional. Untuk mendapatkan elektabilitas yang tinggi kandidat harus memilikiprestasi yang baik serta dikenal di kalangan masyarakat atas prestasinya ini.Oleh sebab itu, terdapat masa kampanye sebelum pemilu yang ditujukan untukmengenalkan kandidat ke masyarakat baik melalui media massa dan penyampaiansecara face-to-face dari kandidatkepada masyarakat ataupun metode lainnya. Sayangnya media massa populerbiasayan dimiliki oleh kalangan tertentu yang memihak kepada kandidat tertentusehingga berita yang didapatkan terkadang mengandung unsur yang subjektif dantidak netral. Berkaca pada pilpres 2014, media populer seperti TVONE memihakkepada kandidat Prabowo sehingga berita yang ditampilkan meninggi-ninggikanPrabowo dan tak jarang terkdangan menjatuhkan kandidat lawan.Pencitraanmenjadi kata yang perlu dalam meningkatkan elektabilitas kandidat. Citrapolitik merupakan pembentukan dan pembangunan opini publik.

Pencitraandilakukan sebagai tindakan persuasif untuk mendapatkan pemilih yang banyak. Corner dan Pels mencatat baik figur yang bersih maupunbermasalah (notorious)secara substansial bekerja keras membanguncitra politik untuk mempengaruhi pemilih, karena citra telah menjadi faktorpaling menentukan sukses tidaknya sebuah perjalanan kampanye.2Salah satu tindakan kandidat yang dianggap pencitraan oleh publik pada masapilpres 2014 adalah kegiatan blusukanyang dilakukan oleh Jokowi. Populer belum tentu elektebel namun elektebel sudahtentu populer. Populer bisa dalam hal baik maupun buruk namun elektebl sudahtentu populer dalam hal yang baik. Sedangkan kemenangan pada pemilihan gubernurynag dilakukan pada tahun sebelum pilpres 2019 yaitu 2018 diyakini akanmempengaruhi hasil pilpres baik itu elektabilitas partai maupun kandidat.

3Olehsebab itu dapat disimpulkan bahwa teknik kampanye yang baik akan menjadikankandidat populer dan elektebel. Makalah ini akan membahas mengenai strategipolitik partai-partai dan kandidat kuat dalam pilpres 2019 yaitu Jokowi (PDIP) untukpilpres 2019 mendatang.         II. ANALISISa.

Rekam JejakJokowi            Jokowimengawali karir politiknya dengan menjadi walikota Solo pada tahun 2005. Denganberbekalkan prestasi yang baik selama menjadi Walikota Solo, pada tahun 2012 Iamenjadi gubernur DKI Jakarta. Selanjutnya, pada tahun 2014 ia mencalonkan dirisebagai Presiden Indonesia dari partai PDI-P. Iapun terpilih dan hingga saatini menjabat sebagai Presiden Indonesia periode 2014-2019.Untuk mengetahui kepuasan publik terhadap 3 tahun masapemerintahan Jokowi-JK, dua lembaga survei nasional telah melakukan surveimengenai hal ini. Pertama, lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian OpiniPublik Indonesia (KedaiKOPI) merilis hasil survei yang diikuti oleh delapankota yakni Medan, Padang, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, danJakarta kecuali Kepulauan Seribu. Survei ini menggunakan pengambilan datasecara tatap muka dengan 800 responden. Sebanyak 55,7 persen responden merasa puas dengan pemerintahanJokowi-JK.

4Kepuasan ini didasari oleh pembangunan infrastruktur sebesar 32,7 persen danbantuan kesehatan dan pendidikan sebesar 16,3 persen.  Sedangkan ketidakpuasan masyarakat denganpemerintahan Jokowi-JK mencapai angka 43,3% karena masalah ekonomi, kebutuhanpokok, BBM, dan listrik mahal serta masalah lapangan pekerjaan. Kedua, lembagasurveri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan angka kepuasanatas kinerja Jokowi-JK September 2017sebesar 68%  dengan melibatkan 1220 responden secara acakdengan ketentuan responden adalah Warga Negara Indonesia (WNI), telah mempunyaihak pilih dalam pemilihan umum.5Pencapaian Jokowi-JK terbilang baik dilihat dari berbagaiaspek, seperti turunnya angka kemiskinan yang diambil dari data Bada PusatStatistika (BPS)  dari Maret 2015 11,22persen menjadi 10,64 persen pada Maret 2017.  Dengan hal ini 821.570 jiwa terbebaskan darikemiskinan. Tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat juga berkurang dilihatdari rasio GNI pada Maret 2017 tercatat 0,393 dengan perbandingannya pada Maret2015 pada angka 0,408. Serta dalam 3 tahun ini, lebih dari 3 juta tenaga kerjabaru terserap lapangan kerja sehingga Indonesia mencapai titik terendah tingkatpengangguran selama 18 tahun terakhir.

6Jumlah siswa putus sekolah berkurang lebih dari 200 ribu siswa. Inflasikonsisten di bawah 4 persen. Dengan adanya peningkatan positif dalam beberapaindikator tersebut maka indeks kesengsaraan (misery indeks) masyarakat mengalami penurunan drastis dari tahun2014 sebesar 14,3 menjadi kisaran 8,63-9,53.b.Partai Politik Pendukung             KoalisiIndonesia Hebat (KIH) adalah koalisi partai politik di Indonesia pendukungJokowi-JK pada pemilihan presiden tahun 2014. Koalisi ini didirikan pada 19 Mei 2014 dengan anggotanya PDI-P, PKB,Partai NasDem, PartaI Hanura dan PKP Indonesia. Pada Oktober 2014 PartaiPersatuan Pembangunan resmi bergabung dengan koalisi ini dikuti oleh PAN pada 2September 2015 dan Golkar pada 1 November 2015.

KIH saat ini adalah koalisimayoritas dalam parlemen dengan total kursi sebanyak 295 kursi.  Jumlah kursi pada kabinet kerja adalah 13.Menuju Pilpres 2019, Partai Golkar, NasDem, PPP, Hanura, PKPI,Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Perindoresmi mendukung Jokowi.7  Melihat perolehan 3 partai pendukung Jokowiyaitu Partai Golkar, NasDem, dan PPP di DPR telah memenuhi angka presidential threshold yaitu mencapai29,92%.

8Presidential threshold  adalah ambang batas bagi partai politik ataugabungan partai politik untuk mengajukan calon presiden atau wakil presiden.9Berdasarkan hasil rapat paripurna di DPR tanggal 20 Juli 2017 mengenaiUndang-undang Pemilu, presidentialthreshold: 20-25% yang artinya parpol atau gabungan parpol harus memiliki20 persen jumlah kursi di DPR dan/atau 25 persen suara sah nasional dalampemilu sebelumnya. Terakhir, PDI-P sendiri belum menyatakan akan mengusungkembali Jokowi pada pilpres mendatang.Belum ada kepastian mengenai pendamping Jokowi untuk pilpres2019. Partai pengusung Jokowi masih membicarakan cawapres.

Pemilihan cawapresini penting karena agar cawapres dapat berkontribusi yang besar untuk meraihsuara, agar nantinya jika terpilih maka wakil dan presiden dapat bekerjasama dantidak terlibat dalam persaingan di pemerintahan, dan untuk kemajuan parpol.Dengan menimbang jika Jokowi terpilih pada 2019 ini yang artinya Jokowi telahmenggunakan 2 masa periodenya sebagai presiden maka pada pilpres 2024kemungkinan besar yang akan maju sebagai RI 1 adalah wakil presiden Jokowi padaperiode 2019-2024. Oleh sebab itu, beberapa partai pengusung Jokowi telahmemberikan sinyal mengenai cawapres mereka seperti PKB yang menyiapkan MuhaiminIskandar sebagai cawapres pada pilpres 2019.  c. PergerakkanPartai OposisiIndikasi partai Gerindra untuk mencalonkan Prabowo sebagaipresiden di pilpres 2019 sudah terbaca semenjak kampanye gubernur DKI Jakarta.Mengutip kalimat yang diucapkan Prabowo pada salah satu kampanye Anies-Sandiyaitu “Kalau mau saya jadi Presiden, Anies-Sandi pimpin Jakarta”.10Secara tidak langsung terdapat dua makna dari kalimat ini yaitu pertama Prabowoakan mencalonkan diri lagi sebagai presiden RI, kedua Ia akan menjadikanAnies-Sandi sebagai panggung politiknya yang ia dapat menumpang ketenaran dankesuksesan Anies-Sandi tanpa biaya terlalu besar.

Hal seperti ini seringdisebut Marketing Politik. Namun tentunya elektabilitas Prabowo juga akandipengaruhi oleh kinerja Anies-Sandi hingga 2019 mendatang. Kemenangan Anies-Sandi pada pilgub DKI Jakarta telahmenciptakan duet antara PKS dan Gerindra.

Kepastian dua partai ini akanberkoalisi kembali pada pilpres mendatang cukup kuat. Namun, dua partai inimengalami benturan pada presidentialthreshold yang ambang batasnya 20-25%. Jika menggabungkan PKS dan Gerindrasaja maka masih belum cukup sehingga Gerindra tampak akan menggandeng PAN danDemokrat agar dapat mencapai ambang batas presidentialthreshold ini.11Pilkada serentak 2018 akan menjadi gambaran pada pilpres2019. Dengan mengantongi kemenangan di provinsi DKI Jakarta dan Banten,Gerindra gigih untuk memenangkan cagub yang akan diusungnya untuk 3 provinsiyang gemuk suara yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jawa Barat yangmenjadi basis suara Prabowo pada pilpres 2014 lalu yaittu sebesar 59,78% akanmenjadi sebuah konfirmasi Prabowo untuk pilpres 2019.12Pilkada 2018 ini melibatkan 17 daerah level provinsi yangmana terdapat 68,3 persen dari jumlah daftar pemilih tetap Indonesia untukdiperebutkan oleh partai politik.

Ditambah lagi, 3 provinsi yang disebutsebagai zona primer sebagai wilayah prioritas yang padat suara pada pilpres2014 lalu yaitu Jawa tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Berdasarkan datapilpres 2014, ada 188.224.161 pemilih dan total pemilih dari 17 provinsi iniadalah 140.

085.308 orang.13  Pemilih yang berasal dari wilayah primer iniadalah 91.067.296 orang atau setara 48 persen. Oleh karena itu dengan melihatkemenangan parpol tertentu di pilkada 2018 nanti maka kecendrungan untukpilpres 2019 akan dimenangkanoleh parpol itu juga.

 d.Strategi Jokowi             Sampai sekarang belum adapernyataann resmi bahwa Jokowi akan maju pada pilpres 2019. Tentunya Jokowiuntuk maju pada pilpres 2019 harus memenuhi janji-janjinya pada masa kampanyepilpres 2014 agar semakin elektebel. Jokowi saat ini sangat mengebutpembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia demi memenuhi target yang sudahditetapkan di awal periode. Selain itu Jokowi juga menempatkan orang-orangkepercayaanya di aparat keamanan seperti Kapolri dan juga yang baru-baru iniadalah dengan menggantikan panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dengan satucalon tunggal yaitu Marsekal Hadi Tjahjanto yang merupakan Kepala Staf TNIAngkatan Udara. Gatot mendeklarasikan kesetiaanya saat berpidato di rakernaspartai NasDem dan Gatot juga diisukan untuk dijadikan cawapres pendampingJokowi pada pilpres mendatang. Hal ini didasari oleh tingginya keinganan publikuntuk memiliki pemimpin ex-militer lagi. Alasan lain Gatot dianggap sebagaimendamping yang tepat untuk Jokowi adalah karakter Gatot yang dapat memberikan value added kepada Jokowi sehingga dapatmenjangkau segmen elektoral yang berbeda dari Jokowi.

            Sementara,PDI-P sendiri akan mengumumkan pasangan cagub dan cawagub yang akan didukungpada Januari mendatang. Namun telah terdapat beberapa indikasi bahwa PDI-P akanmendukung Ganjar pada pilgub Jateng. Jateng termasuk salah satu lumbung suaraterbesaruntuk PDI-P.

            III. PENDAPATPENULISPolitik selalu dikaitkan dengan kekuasaan dan pengaruh.Menemukan politik yang bebas dari kepentingan golongan tertentu itu sulit.Terkadang fungsi politik sebagai mengatur kehidupan masyarakat dinomor duakan denganmemenangkan kepentingan sendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah kepentinganyang tidak dapat terlepas dari politik harus tidak lebih dominan dari fungsiutama dari politik itu sendiri karena jika kepentingan mendominasi perpolitikanakan ada sentimen negatif dari masyarakat terhadap partai politik yang merupaknkomponen dari politik ini dan berakibat menurunnya kepercayaan masyarakatterhadap partai politik. Mayarakat semakin pintar dalam menilai kandidatditambah lagi dengan banyaknya kejahatan kerah putih yang dilakukan kader daripartai politik tertentu mengakibatkan semakin ragunya masyarakat terhadappolitik beserta komponennya.

Hal selanjutnya yang terjadi adalah angka golputmeningkat pada pemilu. Padahal idealnya negara demokrasi mengutamakanpartisipasi masyarakat dalam salah satu kegiatan demokrasi yaitu pemilu.Tentunya tidak ada gambaran pasti seperti apa ciri dankarakteristik dari pemimpin yang ideal itu. Seorang pemimpin terkhusus diIndonesia pastinya harus menjunjung tinggi nilai pancasila yaitu nilaiketuhanan, nilai kemusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilaikeadilan. Nilai pancasila ini diakui sebagai cara untuk mencapai cita-citabangsa Indonesia yang dirumuskan oleh para pendahulu di masa lampau. Pemimpinyang baik juga tidak dapat berdiri sendiri, ia jugaharus didukung olehorang-orang. Dalam hal ini pendukung presiden adalah partai politik dankoalisinya yang telah membantu dari dia belum menjadi presiden hingga menjadipresiden.

Keberadaan partai politik tentunya mempengaruhi pengambilankeputusan. Keberadaan koalisi ini baik dalam hubungan antar partai ataupundalam parlemen ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya adalah dengan adanyakader dari koalisi partai ini dalam parlemen yang mana jika presiden inginmembuat sesuatu harus seizin parlemen maka target-target dari presiden untuknegaranya akan lebih mudah terealisasikan dengan dukungan parlemen di pusat dankader-kader partai koalisi di tingkat daerah sekalipun. Memang kondisi yangideal sebenarnya adalah pasca pemilu, siapaun pemenangnya harus didukung olehsetiap partai karena mereka juga merupakan bagian dari Indonesia, namunkenyataanya dinamika perpolitikan tidak hanya di Indonesia selalu ada yangpendukung pemerintah dan ada juga yang oposisi pemerintah. Ini bukanlahsemata-mata hal yang buruk, karena keberadaan oposisi dapat menjadi pemantau,pengevaluasi kebijakan-kebijakan serta tindakan yang dilakukan pemerintahsehingga pemerintah tidak dapat bertindak semena-mena.Pilpres 2019 dapat berlangsung lebih kondusif dan tidakmenyisakan konflik yang dapat mebelah-belah masayarakat kepadagolongan-golongan tertentu yang dapat mejadi pemicu perpecahan. Tindakan yangdiambil Jokowi untuk terlebih dahulu menyelesaikan tugasnya sebagai presidensekarang ini tanpa mengusik tentang pencalonanya walaupun beberapa partai telahtelah memberikan sinyal dukungan untuk Jokowi pada pilpres 2019  dinilai tepat karena masyarakat juga akanmenilai sebagus apa jokowi pada periode ini untuk memilihnya kembali padaperiode mendatang.                      IV.

KESIMPULANPelaksanaan demokrasi di Indonesia yang sudah sejak zamandahulu adalah sesuatu yang baik untuk terus dipertahankan kedepannya. Pelaksanaanpemilu sebagai bentuk dari negara demokrasi Indonesia harus menjadi wadah bagimasyarakat untuk turun berpartisipasi dan menentukanmasa depan negaranya.Menuju Pilpres 2019, sudah ada beberapa lembaga survei untuk mengetahui elektabilitasbeberapa tokoh yang dianggap dapat maju pada pilpres 2019, hasil surveimenyebutkan bahwa Jokowi berada di peringkat pertama dan disusul oleh Prabowo.Beberapa partai sudah kembali membangun koalisi untuk mengusung calon tertentu,seperti Partai Golkar, NasDem, PPP, Hanura, PKPI, Partai Solidaritas Indonesiadan Partai Perindo yang resmi memberikan dukungannya kepada Jokowi. Polemikmengenai presidential threshold yangmenetapkan ambang batas 20-25% menyebabkan Prabowo yang diusung oleh sementaraini partai Gerindra dan PKS belum cukup untuk mengantongi tiket menuju pilpres2019. Sementara Jokowi adalah satu-satunya calon yang berhasil mengantongi presidential threshold ini. Terlepasdari masalah ini, partai pengusung Jokowi masih merundingkan mengenai calonpendapmping yaitu cawapres  pada pilpres2019.

Penentuan cawapres ini dinilai sangat penting karena untuk dapat terusbekerjasama jika terpilih dan juga untuk berkontribusi dalam menjangkausegmentasi suara yang luas. Diharapkan untuk pilpres 2019 dapat berjalan lebihkondusif, tanpa kampanye hitam, dan tanpa membiarkan masyarakat terpecah belahdengan kemungkinan terburuk muncul konflik. Siapapun yang menjadi Presiden RIjuga diharapkan untuk memegang janji semasa kampanye dan menomor satukankepentingan bangsa dan negara Indonesia.          1DendySugiono. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama2DanNimmo. (2009). Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan dan Media.Bandung: Rosda.3Haq, M. F.

(n.d.). Gerindra: Kemenangan di Pilgub DKIBerpengaruh ke Pilpres 2019.

Diakses pada 23 Desember 2017, darihttps://news.detik.com/berita/3503885/gerindra-kemenangan-di-pilgub-dki-berpengaruh-ke-pilpres-20194Media, K. C. (n.d.).

Tiga Tahun Jokowi, MasyarakatPuas tapi Keluhkan Kondisi Ekonomi. Diakses pada 24 Desember 2017, darihttp://nasional.kompas.com/read/2017/10/08/17065221/tiga-tahun-jokowi-masyarakat-puas-tapi-keluhkan-kondisi-ekonomi5Media, K. C. (n.

d.). Tiga Tahun Jokowi, MasyarakatPuas tapi Keluhkan Kondisi Ekonomi.Diakses pada 24 Desember 2017, darihttp://nasional.kompas.com/read/2017/10/08/17065221/tiga-tahun-jokowi-masyarakat-puas-tapi-keluhkan-kondisi-ekonomi

x

Hi!
I'm William!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out