Abstract: from the beginning of the transition


Abstract: Thedemographic conditions in China have become one of the problems experienced byChina from the beginning of the transition of the government system to thepresent. In this journal attempt to discusses the early history of how the problems of thepeople in China began to emerge and become things that need to be considered.

Then the next discussion is the aging population which gives a big impact tothe economy in China given the need for health services that are needed by theelderly, as well as the unequal sex ratio between men and women that occurredin China caused by cultural factors patriarchy inherent in society in China,until the effort to re-increase the growth of the population in China to reducethe level of dependence of the elderly on the productive age workforce inChina.Then this journal describes the various dilemmas experienced by China inthe face of the problems of the population in China and maintain its economicstrength later.Keyword: Demographic,aging populations, Re-inrease, Unequal Sex Ratio.Pendahuluan            Tidakdapat dipungkiri lagi bahwa Cina merupakan salah satu  negara yang memiliki kekuatan yang cukup besardalam sektor perekonomian. Berdasarkan data yang dirilis oleh Bank Dunia,  tingkat GDP Cina mencapai 11.065 TriliunDollar AS di tahun 2015 dan mengalami kenaikan di tahun 2016 menjadi 11.199Triliun Dollar AS.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1 halini sangat memperkuat posisi Cina di bidang ekonomi bila dibandingkan dengannegara lainnya dalam kawasan Asia Timur.            Namun permasalahan lain munculketika membicarakan mengenai kondisi demografi di negara tersebut. di tahun1950an hingga sekarang tercatat sekitar 1.

421.101.319 penduduk yang ada di Cina.2Berbagai permasalahan seperti ledakan penduduk sebagai akibat dari tingkatkelahiran yang tinggi dan tidak terkendali, penduduk tua yang mulai mendominasidi Cina, hingga ketmpangan komposisi laki-laki dan perempuan sebagai akibatdari permasalahan populasi di Cina semakin menambah daftar panjang permasalahanyang ada di Cina. dalam setiap kepemimpinan di Cina sendiri memiliki persepsiyang berbeda-beda dalam menanggapi permasalahan demografi tersebut. Jikamelihat dari kondisi sekarang, apakah Cina tetap akan menjadi negara superpower di bidang  penduduk yang menua dan regenerasi yanglambat? Apakah negara Cina akan mengalami kelumpuhan ekonomi seperti penduduktua yang ada di Cina sendiri?Metode            Metode yang digunakan untuk menulisjurnal ini adalah dengan metode deskriptif analisis dengan tujuan untukmenggambarkan secara rinci mengenai berbagai permasalahan populasi yang ada diCina dan kemudian berusaha untuk menganalisis dengan mengelaborasikannya denganberbagai permasalahan yang ada di Cina.

Pembahasan Awal Mula Permasalahan            Padamasa peralihan sistem pemerintahan dari kekaisaran menjadi republik, Presidenpertama Cina, Mao Zedong berusaha untuk meningkatkan perekonomian di  Cina dengan menguatkan di sektorperindustrian.3Penguatan ekonomi ini disebut sebagai greatleap forward dengan melakukan transisi terhadap perekonomian masyarakatyang berada pada sektor agraris lewat industrialisasi yang diterapkan mulaitahun 1958 hingga 1961.4Kebijakan ini merupakan salah satu kampanye yang dilakukan untuk mendukung 2nd Five Years Plan yang dicanangkanoleh Mao Zedong pada waktu itu dengan memperkuat sektor heavy industry.5Sumber daya manusia yang besar sangatlah dibutuhkan oleh Cina dengan memanfaatkan tenaga kerja yang murah untukmenjalankan sektor industri tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yangmendorong peningkatan penduduk di negara Cina demi mendukung industrialisasi dinegara tersebut. dikarenakan usaha Mao Zedong untuk semakin menguatkanperekonomian di Cina, petani-petani yang ada di Cina kemudian juga dialihkanmenjadi buruh-buruh untuk mendukung industrialisasi yang sedang dilaksanakan diCina pada saat itu.6MaoZedong sendiri juga percaya bahwa kekuatan negara Cina akan semakin besar jikapenduduk yang ada di Cina semakin banyak.7Akibat kebijakan dan pemikiran Mao Zedong tersebut, terjadilah ledakan pendudukdi Cina akibat besarnya tingkat kelahiran pada saat itu yang kemudian menjadipermasalahan baru di Cina atau disebut babyboom.

Tingkat fertilitas wanita di Cina pada saat itu sangatlah tinggi,yaitu sekitar 6 kelahiran dari 1 wanita.8Hal ini dapat dilihat dalam diagram dibawah. Tabel1.1 tingkat fertilitas di Cina tahun 1960-2015Sumber:World BankDari diagram tersebut,terlihat bahwa di sekitar tahun 1960an tingkat fertilitas di Cina pada masapemerintahan Mao Zedong memanglah sangat tinggi. hal ini terjadi dikarenakantidak adanya regulasi khusus yang mengatur mengenai pengendalian jumlahpenduduk dengan menggunakan perencaaan keluarga atau bentuk lainnya yang dapatmengatur tingkat kelahiran di Cina.  KebijakanOne Child Policy            Untukmengatasi ledakan penduduk yang ada di Cina, Deng Xiaoping pada masapemerintahannya mengeluarkan kebijakan yang disebut one child policy pada bulan September 1980.9Kebijakan yang dibentuk oleh Deng Xiaoping ini sangat bertolak belakang denganapa yang Diikehendaki oleh Mao Zedong pada masa pemerintahan yang sebelumnya.

Kebijakanyang dibuat ini menghendaki agar di dalam suatu keluarga hanya boleh memilikisatu anak saja.10 TujuanDeng Xiaoping membentuk kebijakan ini adalah untuk tetap menjaga jumlahpenduduk Cina tetap berada pada level 1,2 Milyar Jiwa hingga tahun 2000.11Hal lain yang menjadi tujuan dari pembentukan kebijakan tersebut adalah  Kebijakan tersebut berlaku selama 35 tahunterhitung dari tahun 1980 hingga sekitar tahun 2014 dan 2015. Konsekuensi yangditerima jika suatu keluarga tidak mampu menaati kebijakan ini adalah pembebananpajak atau membayarkan denda yang cukup besar bagi keluarga yang tidak dapat menaatiperaturan tersebut.

12            Akibat yang ditimbulkan olehkebijakan ini adalah semakin tingginya tingkat aborsi pada saat itu. Tercatatterjadi sekitar 336 juta kasus yang terjadi dari 1971 hingga 2012 selamaberlakunya kebijakan tersebut.13tingkat fertilitas wanita juga mengalami penurunan yang cukup drastis jikadibandingkan pada masa pemerintahan Mao Zedong  menjadi sesuai dengan nama kebijakan yangberlaku, yaitu 1 anak setiap 1 wanita (tabel 1.1). Kemudian karena sistempatriarkhi yang mengakar kuat di dalam kebudayaan Cina, penduduk Cina lebihmenginginkan untuk memiliki satu anak laki-laki karena anak laki-laki yangnantinya akan membawa garis keturunan bagi keluarganya kelak.14Hal ini memicu terjadinya ketimpangan gender yang cukup besar antara laki-lakidan perempuan pada tahun 2015 dengan rasio sebesar 106 laki-laki dengan 100perempuan.

15  hal ini juga mengakibatkan sangat minimnyajumlah perempuan yang ada di Cina.16Dalam penerapannya, kebijakan ini memang berhasil menekan jumlah penduduk yangada di Cina pada saat itu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, dikarenakantidak ingin dibebankan oleh permasalahan tersebut, maka banyak penduduk Cinayang melakukan praktik aborsi dan berbagai tindakan lainnya agar Penuaan yang Masif            Penurunnya tingkat kelahiran di Cinadan regenerasi penduduk yang lambat akibat kebijakan one child policy berdampak pada peningkatan populasi penduduk tuadi Cina. tingkat harapan hidup di negara Cina sendiri sangatlah tinggi.Berdasarkan data yang dirilis oleh OEDC,  Penduduk di Cina mampu mencapai usia rata-rata76 tahun, yaitu 74 tahun untuk laki-laki dan 77,5 tahun untuk perempuan ditahun 2015.

17  Tingkat harapan hidup yang tinggi ini salahsatunya dipengaruhi oleh faktor pelayanan kesehatan di yang sangat baik yangdisediakan oleh pemerintah Cina. Halini dapat dilihat dari besar pengeluaran pemerintah yang dialokasikan padasektor pelayanan kesehatan yaitu sebesar 5,5% dari total GDP yang diperolehCina di tahun 2014 berdasarkan data yang diperoleh dari WHO.18Kemudian besarnya jumlah penduduk tua jika dibandingkan penduduk usia produktifsangatlah terlihat yang juga akan berdampak kepada meningkatnya ketergantunganpenduduk tua terhadap penduduk usia produktif. Data yang dirilis oleh TradingEconomy menunjukkan bahwa ketergantungan penduduk tua terhadap penduduk usiaproduktif dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dengan rata-rata kenaikansebesar satu persen dengan data terakhir sekitar 14,03% di tahun 2016.19Tabel 1.2 Tingkat ketergantungan penduduk tuaterhadap penduduk usia Produktif di Cina.

Sumber: TradingEconomic. https://tradingeconomics.com/china/age-dependency-ratio-old-percent-of-working-age-population-wb-data.

html Konsekuensilainnya yang akan dialami dengan keadaan demografi yang seperti ini adalahberkurangnya masyarakat usia produktif akibat menurunnya tingkat pertumbuhanpenduduk di Cina yang memicu penduduk tua dalam jumlah yang banyak bergantungkepada satu orang yang berada pada usia produktif. Bila digambarkan dalambentuk grafik, bentuk dari grafik penduduk di Cina diprediksikan akan berbentukseperti batu nisan dengan berkurangnya tingkat kelahiran dan penduduk di usiaproduktif, dan kemudian meningkat pada usia non produktif dalam kategori pendudukberusia di atas  Tabel 1.3 Piramida komposisi penduduk diCina (1960,2015,2050)Sumber: World Life Expectacy60 tahun yang diprediksi akanterjadi pada tahun 2050.20 Peralihan:Satu ke Dua            Permasalahanpopulasi ini kemudian berusaha untuk diatasi oleh negara Cina dengan mengubahkebijakannya menjadi two chlid policy denganmulai memperbolehkan keluarga di Cina memiliki dua orang anak.21Kebijakan ini juga menjadi solusi yang diharapkan mampu untuk mengatasi aging population yang terjadi di Cina.

22kebijakan ini mulai diberlakukan pada awal tahun 2016.23            Namun kebijakan ini tidak serta merta diterima langsungoleh masyarakat Cina. mereka sudah menganggap kebijakan One Child Policy sudah baik bagi mereka.

Mengingat semakin mahalnyabiaya pendidikan serta tanggungan lainnya yang akan dianggap membebani keluargatersebut. beberapa ahli menganggap bahwa penerapan kebijakan Two Child Policy ini dianggap terlambatdalam pengimplementasiannya dikarenakan masyarakat sudah terbiasa dengankebijakan One Child Policy. Karenakebijakan ini belum lama diberlakukan, kebijakan ini belum memberikan dampakyang signifikan bagi permasalahan populasi di Cina, apakah itu akan berdampakbaik atau malah sebaliknya.            Masyarakatmenganggap bahwa dengan menambah satu orang anak lagi di dalam keluarga, akansemakin menjadi hal yang merugikan bagi keluarga tersebut karan akan semakinmenyita waktu, kemudian harus menysihkan kembali keuangan mengingat biayapendidikan cukup mahal, serta berbagai alasan lainnya yang semakin membuatkeluarga yang ada di Cina enggan untuk memiliki satu anak lagi.24 PrediksiMasa Depan CinaKekuatanekonomi Cina yang tidak sejalan dengan dinamika demografinya membuat Cina harusmampu mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan demografi tersebut.bila tingkat pertumbuhan penduduk di Cina tetap berada pada level yang cukuprendah seperti pada saat ini yaitu sekitar  maka hal ini juga akan berdampak padapertumbuhan ekonomi Cina. kelumpuhan ini akan terjadi di berbagai bidang.

Padabidang politik, Apabila tidak ada regenerasi dari penduduk Cina secara masif,akan memungkinkan terjadi kekosongan kekuasaan politik di Cina karenakekurangan generasi yang menggantikan para pendahulunya di dalam tubuhpemerintahan Cina nantinya. Hambatan lainnya yang juga akan dialami oleh Cinaadalah mempertahankan negara tersebut sedangkan kemampuan negara tersebut sagatlahminim dikarenakan penduduk tua yang kemampuannya terbatas akan berpotensi untukdikuasai oleh pihak lainnya dikarenakan ketidakmampuan masyarakat Cina dalammempertahankan wilayah serta kestabilan politik, ekonomi maupun dari segibudayanya.            Perekonomian dari Cina memanglahbesar, namun apakah tingkat perekonomian tersebut mampu menopang seluruh kehidupanmasyarakat di Cina apabila semakin banyak penduduk tua yang membutuhkanpelayanan kesehatan? Hal ini menjadi keraguan besar ketika melihat bahwa perekonomianCina yang saat ini sangat besar jumlahnya akan tetap bertahan seperti sekarangjika melihat keadaan demografi Cina dengan kondisi penduduk tua di Cina yangmembutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih, sehingga berpotensi nantinya hanyadifokuskan pada bidang kesehatan dan jaminan hari tua bagi penduduk tua di Cinasendiri. Kesimpulan            Populasibukanlah hal dapat disepelekan bagi berbagai negara. bercermin dari negaraCina, dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh Cina menjadikan Cinaharus tanggap dalam mengatasi permasalahan demografi yang ada di Cina, seperti aging population, tidak seimbangnyarasio antara perempuan dan laki-laki, angkatan kerja produktif yang menurunserta berbagai permasalahan demografi lainnya. sebenarnya permasalahandemografi yang dihadapi oleh Cina berakar pada era pemerintahan Mao Zedongdengan memanfaatkan sumber daya manusia tanpa mengetahui dampak yang terjadinantinya, yaitu ledakan penduduk. Kemudianusaha Deng Xiaoping dalam mengatasi ledakan penduduk di Cina kemudian jugaberdampak cukup fatal bagi Cina dikarenakan menjadi penyebab melambatnyaregenerasi penduduk yang ada di Cina yang kemudian berdampak pada generasi One Child Policy ini menua bersama-sama.

Kemudian tingginya tingkat harapan hidup yang ada di Cina menjadikan penduduktua disana tetap pada kuantitas yang cukup banyak. Hal ini menjadi permasalahanyang kompleks bagi Cina dalam mengatasi permasalahan demografi tersebut. disatu sisi pemerintah Cina berusaha ingin meningkatkan populasi angkatan kerjausia produktif dengan kebijakan two childpolicy. Disisi lain, masyarakat Cina sudah terlanjur terbiasa dengankebijakan One Child Policy yang telahditerapkan sebelumnya. Halyang kemudian ditakutkan akan terjadi adalah besarnya perekonomian Cina hanyaakan sia-sia bila tidak dapat dikelola dengan baik oleh para angkatan kerjayang ada, malah tidak bisa dinikmati oleh masyarakat negara itu sendiridikarenakan penduduk yang menua dan hanya membutuhkan pelayanan kesehatan tanpabisa melakukan apa-apa lagi untuk berkontribusi bagi negara itu sendiri.1              “China .”World Bank.

https://data.worldbank.org/country/china. Diakses pada 18 Desember 20172               “ChinaPopulation (LIVE),” China Population (2017, 2018) – Worldometers, http://www.worldometers.info/world-population/china-population/.

diakses pada 18 Desember 20173               Raina Uno, “The Risingof China: It’s industrialization, Urbanization and it’s consequences.” Washington State University. 5 Februari2015. https://history.libraries.wsu.edu/spring2015/2015/02/05/humans-and-the-environment-the-history-of-air-pollution-and-the-effects-on-china-today/.

Diakses pada 18 Desember 2017.4               “Mao and The Great LeapForward.” Rutgers–Newark Colleges ofArts & Sciences.

Accessed diakses pada 18 Desember 2017. https://www.ncas.rutgers.edu/mao-and-great-leap-forward.

5              The 2ndFive-Year Plan (1958-1962). china.org.cn. http://www.china.org.cn/english/MATERIAL/157606.

htm.Diakses pada 18 desember 20176               “Mao Zedong (1893-1976)” BBC History. http://www.bbc.co.uk/history/historic_figures/mao_zedong.shtmldiakses pada 19 Desember 20177               Jane Golley, et. al.

Eds. “Control: China Story Yearbook 2016” ANUPress, Juni 2017. Hal. 818               “Fertilityrate, total (births per woman)”. TheWorld Bank. https://data.

worldbank.org/indicator/SP.DYN.TFRT.IN/.Diakses pada 18 Desember 2017.

9               Jane Golley, et. al. Eds. “Control: China Story Yearbook 2016” ANUPress, Juni 2017. Hal.

8110             Ibid.11             Ibid.12             JustinParkinson “Five numbers that sum up China’s one-child policy” .BBC News, 29 Oktober 2015.http://www.

bbc.com/news/magazine-34666440.Diakses pada 19 Desember 2017.13             MinxinPei “China’s One-Child Policy May Be Abolished, but Its Damage Is Far From Over”.Huffpost https://www.huffingtonpost.com/minxin-pei/china-one-child-policy-damage_b_8483194.

htmldiakses pada 19 Desember 2017.14            Kristine Sudbeck  “The Effects of China’s One-ChildPolicy: The Significance for Chinese Women” University of Nebraska-Lincoln 2012.Hal. 44  15             Jane Golley, et. al.

Eds. “Control: China Story Yearbook 2016.ANU Press, Juni 2017.

Hal. 81 16             Ibid.hal. 8617             “Life expectancy at birth” .

OECD Data. https://data.oecd.org/healthstat/life-expectancy-at-birth.htm. diaksespada 18 Desember 201718             “China”WHO. http://www.who.

int/countries/chn/en/.Diakses pada 18 Desember 2017.19             Trading Economic. https://tradingeconomics.

com/china/age-dependency-ratio-old-percent-of-working-age-population-wb-data.html20             “ChinaPopulationPyramide” World Life Expectancy.http://www.

worldlifeexpectancy.com/china-population-pyramid.diakses pada 18 Desember 2017.21             “China’s Two-Child Policy”. Bloomberg 23 Agustus 2017 https://www.bloomberg.com/quicktake/china-s-two-child-policy.

diakses pada 19 Desember 2017.22             “China’s Two-Child Policy”. Bloomberg 23 Agustus 2017.23             Liu Lili, “China’s two-child policyone year on”. East Asia Forum. 19April 2017. http://www.

eastasiaforum.org/2017/04/19/chinas-two-child-policy-one-year-on/.Diakses pada 18 Desember 2017.

24             Ana Swanson “Why many families inChina won’t want more than one kid even if they can have them” The Washington Post. 30 Oktober 2015. https://www.washingtonpost.com/news/wonk/wp/2015/10/30/why-many-families-in-china-wont-want-more-than-one-kid-even-if-they-can-have-them/?utm_term=.9bcf45a951e3diakses pada 19 Desember 2017 

x

Hi!
I'm William!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out